Eksistensi Tradisi Metawa dalam Prespektif Civic Culture pada Masyarakat Mandar di Desa Tanjung Lalak

Authors

  • Taskiatun Nisa Universitas Lambung Mangkurat
  • Mariatul Kiptiah Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.61231/pm6p0v41

Keywords:

Eksistensi, Metawe, Civic Culture, Masyarakat Mandar

Abstract

Civic culture plays an essential role in shaping a harmonious society through values such as mutual respect, politeness, and social responsibility. However, the current wave of globalization and digital technology penetration trigger shifts in social behavior patterns and erode the sustainability of local wisdom. This study aims to analyze the existence of the metawe tradition a local wisdom of greeting and maintaining etiquette from the Mandar ethnic group within the perspective of civic culture in Tanjung Lalak Village, Kotabaru Regency. The method employed is descriptive qualitative, with data source determination techniques through purposive sampling and snowball sampling. Data collection was conducted via observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the metawe tradition remains alive as an instrument for preserving general politeness through the habits of greeting, bowing the body, and maintaining spoken words. Condition comparison reveals situational tension; prior to the study, the younger generation was considered indifferent due to gadgets, but research revealed they still internalize this value as an "automatic brake" in social interaction, yet hesitate to respond to the changing public sphere. This study suggests formally integrating traditional values into strengthening civic disposition

References

Adiputra, D. K., Assayid, W. S., Arini, I., & Nugroho, N. (2025). Generasi muda pelestari kearifan lokal untuk inklusi adat. 6(2), 333–339.

Ardila. (2016). Tradisi “Metawe’” dalam budaya Mandar (Studi fenomenologi tradisi komunikasi sosial di Kecamatan Luyo) [Skripsi].

Asikin, A. (2021). Social cohesion of local wisdom for plural communities. 23(2), 210–223.

Gafur, A., Rusli, R., & Mardiyah, A. (2021). Agama, tradisi budaya dan peradaban. 21(2), 124–138.

Halimah, L., & Fauziah, S. (2020). Refleksi terhadap kewarganegaraan ekologis dan tanggung jawab warga negara melalui program ecovillage. 17(2), 142–152.

Haslan, M. M. (2023). Civic culture dalam kearifan lokal masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah. 8.

Hidayat, M. I. (2019). Tradisi “Metawe” dalam budaya Mandar. Al-Ma’Arif: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 1(1), 1–10.

Islami, M. (2023). Tradisi Peusijeuk masyarakat Aceh dalam perspektif psikosufistik.

Ismail, A. (2021). Tradition and social identity formation in society. 1(2), 221–226.

Joejoen Tjahjani. (2020). Kajian hukum adat dari perspektif sosiologi hukum, 273–280.

Juwandi, R. (2022). Penguatan civic culture berbasis nilai kearifan lokal. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 7(2), 194–205.

Nurdayati, dkk. (2021). Nilai kearifan lokal tradisi Mitawe’ etnis Mandar dalam menumbuhkan akhlak anak di Desa Kalukunangka, Kecamatan Bambaira Kabupaten Pasangkayu.

Nurhayati, W., Magu, S. M., & Zhang, J. (2024). Pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi. 2(2), 82–88.

Pat Kurniati, dkk. (2021). Budaya kewarganegaraan, praktik kewarganegaraan dan pendidikan untuk kewarganegaraan demokratis. 8(2), 107–115.

Pratama, M., Pierewan, A. C., & Wardana, A. (2024). Hubungan keanggotaan organisasi dan kepercayaan sosial dalam masyarakat Indonesia. 13(2), 141–152.

Rahmawati, E. N. (2024). Multicultural education based on local wisdom in the perspective of civic education through the Nguras Enceh tradition. 21(2), 182–190.

Rosdahliani. (2025). Ritual dan tradisi sebagai identitas budaya. 1(1), 8–13.

Sukmawati, S., Renaldi, R., Amus, S., Alanur, S. N., Nasran, N., & Imran, I. (2024). Penerapan nilai kearifan lokal tradisi Metawe’ terhadap masyarakat suku Mandar di Desa Adolang Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 1036–1050.

Sutisna, M., Hidayat, D. J., & Sudrajat, M. A. (2023). Eksistensi pikukuh adat sebagai kontrol sosial pada masyarakat Baduy di Desa Kanekes. 3(2), 600–606.

Syakhsiyyah, T., & Safitri, D. (2025). Dampak globalisasi terhadap perubahan budaya lokal pada masyarakat, 12421–12428.

Tinambunan, D. R., Silalahi, M. M., & Lathifah, M. (2025). Pendidikan kewarganegaraan sebagai sarana penguatan wawasan kebangsaan dalam membangun masyarakat yang toleran.

Warman, A. T., Damanik, A. E., Aulia, A. R., Riana, R., Hana, O., Nababan, P., Yunita, S., Pancasila, P., & Medan, U. N. (2025). Peran keluarga dalam pembentukan identitas budaya anak. 9, 9397–9402.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Eksistensi Tradisi Metawa dalam Prespektif Civic Culture pada Masyarakat Mandar di Desa Tanjung Lalak. (2026). Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat , 4(3), 1459–1466 . https://doi.org/10.61231/pm6p0v41

Similar Articles

1-10 of 50

You may also start an advanced similarity search for this article.